• Roket dan Satelit Buatan Indonesia Siap Mengangkasa

    opini-roket Apabila pada tahun 2014 mendatang, roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil meluncur ke ruang angkasa dan mengangkut satelit buatan Indonesia pula, akan menjadi prestasi yang membanggakan.
    Pada April 2012, dunia dikejutkan dengan rencana Korea Utara meluncurkan roket tiga-tingkat pengangkut satelit cuaca ke ruang angkasa. Amerika Serikat langsung wanti-wanti kepada Indonesia dan Filipina tentang kemungkinan kegagalan operasi peluncuran dan mengakibatkan sampah roket serta satelitnya bertaburan di atas wilayah negara negara yang berada di sekitar katulistiwa tadi.
    Negara-negara ASEAN khawatir pula atas rencana peluncuran roket Korea Utara tadi, yang ditengarai akan dipakai juga untuk uji coba peluru kendali (rudal) balistik. “Ada rasa cemas yang nyata atas perkembangan di Semenanjung Korea,” kata Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan,seusai pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, 2 April 2012.
    Memang, ada dua jenis teknologi yang perkembangannya selalu dipantau dengan serius oleh masyarakat intelijen dunia, yaitu teknologi roket dan teknologi nuklir. Betapa kita melihat perkembangan teknologi nuklir di Iran, Irak, Cina, India, dan Korea Utara, yang membikin pusing lawan-lawan mereka. Teknologi peroketan yang berkembang di negara-negara tadi jelas bikin nyali ciut, mengingat roket dapat dipakai untuk mengangkut bom nuklir antarbenua, seperti Inter Continental Ballistic Missiles (ICBM) maupun peluru kendali Polaris yang diluncurkan dari kapal selam nuklir.
    Perintis Teknologi Peroketan
    Indonesia termasuk salah satu negara yang paling awal merintis teknologi nuklir dan teknologi peroketan. Ilmuwan-ilmuwan Indonesia mulai belajar teknologi nuklir di Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 1960-an. Sedang pada tahun 1964, Reaktor Atom Bandung, sebagai reaktor nuklir ilmiah pertama di Indonesia mulai beroperasi.
    Dalam dunia peroketan, Indonesia berhasil meluncurkan roket pertama buatan ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), diberi nama KARTIKA-1, pada tahun 1962 dari Stasiun Peluncuran Roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Pada 27 November 1963, Lapan dibentuk dan Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) dimulai.
    Memang, lebih dari tiga dekade, sejak 1965, perkembangan teknologi peroketan di Tanah Air nampak stagnan. Di saat mitra-mitra Indonesia, seperti Jepang, Cina, India, bahkan Iran, Irak dan Korea Utara semakin pesat mengembangkan teknologi peroketannya, maka Indonesia masih saja pada tahapan berupaya untuk mempertahankan kemampuan yang ada melalui pengembangan kapasitas. Kegiatan riset dan pengembangan teknologi peroketan terus digiatkan walaupun dengan sarana, prasarana dan anggaran yang terbatas.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    News

    New News
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Result !

    Labels

    Blogroll

    Search Another Blog


    Translator

    English French German Spain Italian Dutch

    Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    Video Of Day

    Pages

    Flickr Images

    Like us on Facebook

    Find Us OIn Facebook